Industri Game Siap Jadi Motor Kontribusi Ekonomi Indonesia!

Semoga tercipta kolaborasi yang baik antara para pelaku industri dengan pemerintah untuk memajukan industri game Indonesia ya!

Industri Game Siap Jadi Motor Kontribusi Ekonomi Indonesia!

Industri game kini memang tengah tumbuh dengan pesat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Untuk itu, diadakan diskusi Rencana Pengembangan Industri Game Indonesia yang melibatkan para stakeholder industri ini.

[read_more id="236774"]

Pada tanggal 18 Januari 2016 kemarin di Jakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) melaksanakan Diskusi Rencana Pengembangan Industri Game Indonesia yang dihadiri oleh para Industri Game Siap Jadi Motor Kontribusi Ekonomi Indonesia!

Bukan hanya itu, selama tahun 2015, Asia Pacific menguasai 47% dari keseluruhan nilai pendapatan industri game dunia dan diantara negara-negara di Asia Tenggara, Indonesia menjadi negara dengan tingkat pertumbuhan yang paling besar dengan tingkat pertumbuhan investasi sebesar 45% dan nilai pendapatan USD 321 juta.

Sayangnya, potensi nilai pendapatan dari market share Indonesia tersebut tidak menggambarkan kekuatan pelaku industri game Indonesia yang sebenarnya karena pelaku industri lokal hanya menguasai 10% dari total nilai tersebut. Persentase tersebut diprediksi akan semakin kecil dan menjadi hanya 3% pada tahun 2019 jika Pemerintah tidak bekerjasama dengan seluruh bagian ekosistem industri game untuk mengambil alih penguasaan pasar Indonesia dan menjadikan industri game Indonesia sebagai bagian dari "Kunci Kontributor Pertumbuhan Ekonomi Nasional".

Industri Game Siap Jadi Motor Kontribusi Ekonomi Indonesia!

Pelaku industri game menetapkan target bahwa pelaku industri lokal dapat menguasai setidaknya 50% atas market share lokal pada tahun 2020 dengan terjadinya kerjasama antara pemerintah dan pelaku industri game.

Dalam diskusi tersebut disampaikan, bahwa faktor-faktor yang menjadi kunci utama acuan untuk rencana kerja dalam mencapai target tersebut adalah:

Industri Game Siap Jadi Motor Kontribusi Ekonomi Indonesia!

  1. Promosi bersama secara langsung maupun lintas sektor seperti pariwisata, event industri, dan Public Relation Help.
  2. Matchmaking dengan Global Publisher
  3. Mandatory Local Content on Global Game sebagai bagian dari Transfer Knowledge
  4. Local Co-operation atau Company Ownership Protection (Proteksi Investasi Asing) untuk melindungi para pelaku industri lokal agar dapat memiliki waktu untuk bertumbuh.
  5. Funding Access seperti Linkage Banking/Non Banking, Grant/Loan untuk pengembangan produk lokal.
  6. Pengembangan SDM melalui akselerasi kurikulum dengan tujuan mereduksi gap tingkat keahlian antara kebutuhan industri dengan lulusan sekolah formal. Hal ini dapat dengan memanfaatkan program-program dari Software Vendor dalam menyiapkan kurikulum pembelajaran tanpa ekslusivitas.
  7. Pemberian insentif pajak atas sebuah kawasan industri khusus.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf menyampaikan bahwa Badan Ekonomi Kreatif sangat senang dengan hasil yang dicapai dalam roadmap e-commerce dan telah resmi ditetapkan menjadi Program Nasional oleh Presiden Republik Indonesia. Disampaikan pula bahwa potensi nilai industri game yang sangat besar ini mendorong pemerintah untuk turut serius menata game sebagai sektor tersendiri dan segera dilaksanakan seluruh rencana kerja yang akan didetailkan bersama-sama sebelum momentum yang dimiliki Indonesia terlewatkan.

Industri Game Siap Jadi Motor Kontribusi Ekonomi Indonesia! Triawan Munaf (kiri) bersama Robi Baskoro, CEO Duniaku.net[/caption]

Triawan Munaf memandang diperlukannya tagline khusus dalam promosi produk game Indonesia seperti “Great Indonesia Game” sehingga memudahkan dalam promosi produk-produk untuk mendapatkan perhatian dari pasar lokal dan internasional. Rencana Pengembangan Industri Game Indonesia akan diselesaikan secara bersama-sama antara pemerintah dalam hal ini Kemkominfo, Berkraf, Kemenko bidang Ekonomi, pelaku industri game indonesia dan pemangku kepentingan lainnya.

Pada pertemuan yang diinisiasi Kemkominfo tersebut turut dihadiri oleh Lis Sutjiati (Staf Khusus Menkominfo), Bambang Heru Tjahjono (Dirjen Aplikasi Informatika), Edy Murdiman (Direktur Pemberdayaan Industri Informatika), Mira Tayyiba (Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Ekonomi Kawasan – Kemenko bidang Ekonomi), dan para pelaku industri game Indonesia seperti Kris Antoni (Toge Production), Anton Soeharyo (Touchten), Anton Budiono (Artoncode), Muhammad Ajie (Tinker World), Ivan Chen (Anantarupa), Shieny Aprilia (Agate Studio), Dito (Digital Happiness), dan Robbi Baskoro (Duniaku Network).

Industri Game Siap Jadi Motor Kontribusi Ekonomi Indonesia!

Sebagai kesimpulan diskusi tersebut, para pelaku industri game Indonesia menyampaikan bahwa ini menjadi kesempatan besar bagi industri game untuk mendominasi pasar industri lokal maupun internasional pada tahun-tahun mendatang. Semoga dengan adanya kolaborasi yang baik antar stakeholder industri ini bisa membawa industri game Indonesia melangkah ke arah yang lebih baik ke depannya ya!

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU